• Phone: 087887551055
  • E-mail: contact@integritas.id

Your Trusted Psychological Partner
  • Home
  • Konseling Online
  • Jenis Layanan
  • Profil Konsultan
  • Tentang Kami
  • Artikel

Tanggung Jawab Pemimpin Keluarga dalam Mencegah Fenomena Bullying

Oleh: Triatno Y. Prabowo, M.Psi, Psikolog dan Isra Yeni, M.Si

Fenomena bullying (perundungan) di sekolah menjadi isu sosial yang memprihatinkan. Bahkan akhir-akhir ini peristiwa bullying diberitakan sampai merenggut nyawa korban.

Namun, sadarkah kita bahwa penyebab dari perilaku bullying bukan hanya karena faktor lingkungan sekolah, tetapi justru seringkali berawal dari rumah? Dalam perspektif psikologi dan Islam, peran pemimpin keluarga (ayah) -sebagai qawwam dan figur otoritas- memainkan peran krusial apakah anak akan menjadi pelaku, korban, atau pribadi yang empatik.

Benteng Rumah yang Mulai Rapuh

Secara psikologis, keluarga adalah tempat anak membentuk cetak biru perilaku sosial dan regulasi emosi. Data penelitian secara konsisten menunjukkan kaitan erat antara pola asuh orang tua dengan perilaku anak dalam bullying.

Kepemimpinan keluarga yang tidak sehat seringkali bermanifestasi dalam dua pola asuh ekstrem yang menjadi faktor risiko bullying:

Pertama, pola asuh otoriter. Dicirikan oleh kekerasan, hukuman fisik atau verbal yang berlebihan, dan kurangnya kehangatan. Anak yang meniru ayah sebagai pemimpin yang keras, cenderung menerapkan perilaku agresi di sekolah. Anak menganggap bahwa kekuasaan datang dari paksaan. Data menunjukkan pola asuh otoriter berkorelasi signifikan dengan kecenderungan anak menjadi pelaku bullying (Saleh, Hapsah, & Krisnawati, 2021).

Kedua, pola asuh permisif. Ditandai dengan minimnya pengawasan, sedikit aturan, dan pembiaran. Anak dari pola asuh ini kesulitan mengendalikan diri, tidak mengenal batasan sosial, dan mungkin menggunakan bullying untuk mencari perhatian atau batasan yang hilang.

Selain itu minimnya keterlibatan ayah di rumah juga pada akhirnya memengaruhi perilaku bullying. Menurut Journal of Adolescence oleh Flouri & Buchanan (2003), keterlibatan ayah yang rendah (low father involvement) berpengaruh terhadap kemungkinan gangguan emosional atau psikologis pada anak seperti perilaku bullying. Sebaliknya, ayah yang aktif, hangat, dan terlibat dalam kehidupan anak justru menjadi faktor pelindung.

Menghidupkan Kembali Peran Qawwam

Dalam Islam, kepemimpinan laki-laki disebut dengan qawwam, yakni amanah dalam hal pelindung, pendidik, dan penanggung jawab moral keluarga. Peran ini bukan hanya tentang mencari nafkah, tetapi juga memastikan anak tumbuh dalam bingkai akhlak mulia.

Di antara peran pemimpin keluarga dalam mendidik anak adalah untuk menghindari tindakan zalim dengan tidak merendahkan orang lain sebagaimana firman Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka…” (QS. Al-Hujurat: 11).

Selain itu inti dari kepemimpinan adalah keteladanan. Ayah sebagai pemimpin seharusnya menjadi role model bagi anak dengan cara meniru Rasulullah Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah yang justru bersikap santun, penyayang, dan adil terhadap sesama. Ayah yang mampu menyelesaikan konflik di rumah tanpa kekerasan akan menanamkan empati dan kontrol diri pada anak.

Mencegah Bullying Mulai dari Rumah

Pemimpin keluarga yang berhasil adalah mereka yang menerapkan gaya kepemimpinan demokratis, seimbang antara kehangatan dan ketegasan yang sejalan dengan prinsip keadilan dalam Islam. Hal ini dilakukan dengan memberikan aturan yang jelas dan konsekuen, disertai dengan diskusi terbuka dan kasih sayang.

Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan keterlibatan dan kelekatan pada anak, salah satu caranya dengan memberikan waktu berkualitas. Sesuai penelitian Flouri dan Buchanan (2003) yang menunjukkan bahwa keterlibatan ayah yang tinggi dapat mencegah gangguan emosional psikologis anak dalam bentuk perilaku perundungan. Wallahu a’lam.

Previous
Next

Artikel

  • Icefish And The Chuck Norris Effect
  • Da Para Apostar Na Mega Da Virada Online
  • How Does Social Media Affect Our Notion Of Reality Essay2023-05-28
«
Prev
1
/
47
Next
»
loading
play
SOS (Sesi Online Sharing) Spesial Hari Ayah
play
Boleh Cemburu???
«
Prev
1
/
47
Next
»
loading
VMS Technology
WhatsApp us