• Phone: 087887551055
  • E-mail: contact@integritas.id

Your Trusted Psychological Partner
  • Home
  • Konseling Online
  • Jenis Layanan
  • Profil Konsultan
  • Tentang Kami
  • Artikel

Spirit Isra Mi’raj di Tengah Rapuhnya Hubungan Keluarga

Oleh: Triatno Y. Prabowo, M.Psi dan Isra Yeni, M.Si*

Di tengah dunia modern yang bergerak cepat, banyak keluarga terlihat utuh secara fisik, namun rapuh secara emosional. Pasangan suami istri tinggal dalam satu atap tetapi jarang berbagi perasaan, orang tua hadir secara jasmani tetapi absen secara emosional, dan anak-anak tumbuh dengan gadget, alih-alih membangun keintiman. Fenomena ini dalam psikologi keluarga disebut sebagai emotional disconnection, kondisi ketika hubungan kehilangan kedekatan, makna, dan rasa aman.

Peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada saat-saat paling sulit dalam hidup Rasulullah SAW yang dikenal dengan ‘ammul husni, yaitu tahun di saat Rasulullah SAW kehilangan orang-orang terkasih sekaligus dukungan sosialnya. Ajaran Islam menyatakan bahwa ketika hubungan dan kehidupan tampak hancur, Allah justru memberikan penguatan spiritual. Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik Nabi SAW, melainkan pesan bahwa pemulihan diri dimulai dari penguatan hubungan dengan Allah SWT. Dari peristiwa inilah shalat diberikan sebagai sarana ibadah, yang di antara fungsinya untuk menjaga kesehatan mental dan ketahanan hidup.

Dari sudut pandang psikologis, shalat berfungsi untuk mengatur emosi. Untuk melatih ketenangan, kesadaran diri, pengendalian emosi negatif, dan refleksi diri. Semua keterampilan ini menjadi dasar bagi hubungan keluarga yang sehat. Sering kali, konflik dalam rumah tangga bukan disebabkan oleh kurangnya cinta, tetapi karena individu yang mengalami kelelahan mental dan tidak memiliki kesempatan untuk mengatasi masalah. Shalat yang dijalankan dengan penuh kesadaran bukan hanya sekadar ibadah, tetapi merupakan proses penyembuhan yang mencegah emosi negatif terluapkan kepada pasangan dan anak-anak.

Sayangnya, banyak rumah kehilangan dimensi spiritualnya. Shalat dilakukan secara individu, tanpa memberikan teladan satu sama lain, tanpa doa bersama, dan tanpa adanya percakapan yang bermakna setelah selesai menunaikannya. Rumah tidak lagi berfungsi sebagai tempat peningkatan kualitas iman dan moralitas, melainkan sekadar tempat untuk beristirahat fisik. Padahal Islam menganggap keluarga sebagai lembaga pembelajaran pertama, tempat di mana nilai-nilai diinternalisasikan bukan melalui nasihat panjang lebar, tetapi melalui contoh yang hidup sehari-hari.

Keteladanan orang tua sangat penting. Anak-anak tidak hanya memahami dari arahan, tetapi dari contoh yang diberikan. Saat orang tua mudah marah, mengabaikan ibadah, dan kurang menunjukkan perhatian emosional, anak menerima sinyal bahwa nilai-nilai agama tak berarti dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat menyebabkan lemahnya koneksi emosional dan spiritual dalam keluarga.

Spirit Isra Mi’raj memberikan pembelajaran mengenai peningkatan kualitas diri, dari tindakan reaktif ke refleksi, dari egoisme menjadi empati. Dalam konteks keluarga, hal ini tercermin melalui komunikasi yang menenangkan, keterbukaan untuk mendengarkan, dan keberanian untuk meminta maaf. Dari sudut pandang psikologis, komunikasi yang penuh empati membantu memperkuat keterikatan yang aman, yang merupakan fondasi dari keharmonisan dalam keluarga.

Isra Mi’raj mengingatkan kita bahwa fondasi keluarga yang kokoh tidak dibangun oleh peristiwa besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, seperti shalat berjamaah, doa bersama, menghabiskan waktu berkualitas tanpa gawai, serta hadir sepenuhnya dalam setiap interaksi. Ketika mi’raj pribadi terjaga, hubungan keluarga pun perlahan menguat. Di tengah lemahnya ikatan keluarga saat ini, Islam menyediakan jalan nyata untuk pulih, dengan kembali kepada Allah, memperbaiki diri, lalu membangun kembali hubungan.

*Penulis adalah konsultan keluarga & pasangan.

Previous
Next

Artikel

  • Icefish And The Chuck Norris Effect
  • Da Para Apostar Na Mega Da Virada Online
  • How Does Social Media Affect Our Notion Of Reality Essay2023-05-28
«
Prev
1
/
47
Next
»
loading
play
SOS (Sesi Online Sharing) Spesial Hari Ayah
play
Boleh Cemburu???
«
Prev
1
/
47
Next
»
loading
VMS Technology
WhatsApp us